Mengenal apa itu Bank Perkreditan Rakyat

ilustrasi bunga bank perkreditan rakyat

Di Indonesia, ada 2 jenis bank, yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat atau BPR. Walaupun mempunyai sejarah yang panjang, masih ada saja masyarakat yang belum mengetahui tentang BPR dan Bunga Bank Perkreditan Rakyat.

Apa itu BPR?

BPR atau Bank Perkreditan Rakyat sendiri adalah bank yang biasanya melakukan kegiatan usaha dengan konvensional atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya pun tidak memberikan jasa saat terjadi lalu lintas pembayaran. Dalam BPR ini juga ada yang namanya Bunga Bank Perkreditan Rakyat.

Fungsi dan Kegiatan BPR

BPR sendiri memiliki fungsi utama untuk menjalani fungsi perantara keuangan atau intermediasi, yaitu melakukan pengumpulan dana masyarakat lalu menyalurkannya kembali ke masyarakat.  Baik dalam bentuk kredit ataupun dalam bentuk yang lain dengan tujuannya untuk mendorong kegiatan-kegiatan usaha yang dilakukan masyarakat. Terutama kepada pemilik usaha retail serta kredit kecil.

Untuk Praktiknya, BPR sendiri memang tidak seluas bank umum. Karena BPR memang hanya ditujukan sebagai sebuah institusi keuangan mikro. Maka dari itu, BPR juga cukup identik sebagai sebuah bank yang melayani pengusaha mikro, kecil, maupun menengah yang lokasinya tidak jauh dari jangkauan BPR yang ada.

Ketika melakukan kegiatannya, BPR tidak diperbolehkan untuk menerima simpanan berupa giro, melakukan sebuah kegiatan valuta asing, melakukan penyertaan modal dengan melakukan prinsip Prudent Banking, dan juga melakukan usaha untuk perasuransian atau asuransi. Jadi, usaha yang harus dilakukan BPR itu hanya menghimpun dana serta menyalurkan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan lewat spread effect serta pendapatan bunga.

Lalu, apa saja usaha-usaha lain yang dapat dikerjakan oleh Badan Perkreditan Rakyat ini? Yang pertama, bisa menghimpun dana masyarakat dengan bentuk simpanan-simpanan dalam bentuk tabungan dan juga dalam bentuk deposito berjangka. 

Selain hal itu, BPR juga dapat memberikan kredit dan juga dapat menyediakan pembiayaan untuk nasabah dengan prinsipnya adalah bagi hasil. Lalu, jika BPR mengalami suatu kelebihan likuiditas atau over liquidity, maka BPR juga mungkin saja menempatkan data-datanya ke dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia atau SBI, Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, sampai tabungan di bank-bank lain. Dan juga, ketika kalian memakai BPR, nanti kalian juga menerima sebuah Bunga Bank Perkreditan Rakyat

0 thoughts on “Mengenal apa itu Bank Perkreditan Rakyat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *